Monday, March 21, 2011

Erwin Prasetya


Erwin Prasetya, adalah salah satu ikon grup musik yang di komandani Dhani Dewa 19, dimana huruf E adalah inisial dari Erwin Prasetya, lahir di Surabaya tanggal 29 Januari 1972 adalah musisi dan penulis lagu. Ia pernah bergabung dengan grup band Dewa19 dari mulai terbentuk hingga tahun 2002. Setelah meninggalkan Dewa 19 Erwin pernah bergabung dengan NuKla yang merupakan kelanjutan dari KLa Project yang dipimpin oleh Katon Bagaskara. Erwin tidak lama bergabung dengan NuKLa dan pada tahun 2006 Erwin membentuk eVo. Pada tahun 2009 juga mendirikan grup musik Matadewa.

Di Dewa 19 Erwin mempunyai andil mencipta lagu-lahu hit seperti Kirana, Restoe Boemi, Kamulah Satu-satunya. Ari Lasso ex vokalis Dewa 19 pernah menyanyikan lagu hit Misteri Ilahi yang diciptakan oleh Erwin di album Sendiri Dulu.
Erwin Prasetya lahir di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia sebagai anak bungsu dari lima bersaudara dari pasangan Miroen Koeswandono dan Tjoet Mia Agustina. Ayahnya yang mengenalkan musik kepadanya. Ratusan kaset dari berbagai genre musik mempengaruhi hari-hari masa kecil hingga remajanya. Alat musik pertama yang dikenalnya adalah triple drum ketika menjadi anggota drum band di SDN Ketabang Surabaya. Gitar mulai dicobanya ketika pacar kakak perempuannya yang kedua yang juga aktif di grup musik mengajarkan kepadanya. Koleksi musik fusion seperti Chick Corea, Casiopea, John Pattitucci menjadi referensi awalnya.

Karier musik

Dewa 19

Bersama teman-teman akrabnya di SMPN 6 Surabaya, yaitu Ahmad Dhani, Andra Junaedi dan Wawan Juniarso Erwin membentuk grup musik Down Beat yang mengusung musik fusion. Mereka sering mengikuti lomba-lomba band dan memenangkannya. Pada tahun 1992 Down Beat berganti nama menjadi Dewa dan mengeluarkan album pertamanya yang berjudul 19. Alasan pengambilan judul ini adalah karena sebagian besar anggota grup berumur 19 pada saat itu. Erwin banyak berandil menciptakan hit saat bergabung di  Dewa19. Antara lain Kirana yang menceritakan kisah hidup dan keluhannya saat terjerat narkoba. Kamulah satu-satunya adalah ungkapan cintanya kepada kekasih hatinya yang dicintainya hingga kini. Kedua lagu tersebut ada dalam album Pandawa Lima. Restoe Boemi adalah hit di dalam album Terbaik Terbaik. Tahun 2002 Erwin mengundurkan diri dari Dewa 19 dikarenakan ketidak cocokan dengan manajemen Dewa 19.

Nu Kla

Ketika masa vakum setelah hengkang dari Dewa 19, Erwin bergabung dengan NuKLa yang dimotori oleh  Katon Bagaskara. Album yang dikeluarkan adalah New Chapter.

eVo

Pada 2006 Erwin memproduserkan grup musik yang dinamai eVo. Nama ini diartikan evolusi. Evolusi musik rock Indonesia. Band ini yang terdiri dari Alda Faisal (bassist), Adnil Faisal (gitaris), Didit Saad (gitaris), Angga Tarmizi(keyboard & syntetizer), Ronald Fristianto(drummer), dan Adil Deres (vokalis). Grup ini merekrut vokalis dengan cara audisi yang ditayangkan di siaran televisi. Album eVo dimulai dengan instrumentalia dalam Prelude yang merupakan opening song album ini, kemudian Agresif merupakan theme song Reinkarnasi,Dia dan Aku, Telah Berlalu, Amalia, Evolution, Space Bound, Takkan Lagi, Stop, Kepala Batu.

Matadewa

Bergabung dengan kawan lawannya sebagai drummer dari masa awal Dewa 19, yaitu Wawan Juniarso terbentuklah grup Matadewa pada tahun 2009. Di grup ini bergabung Erwin Prastya (bassist), Wawan Juniarso (drummer),Yuda (gitaris),Roby Zoelky(vokalis). Grup ini mengusung lagu Aku dan Laguku, Jamilah, Kirana,Cintamu Cintaku, Avril, Sehidup Semati, Kuingin, Kembali seperti Dulu, Nikmatilah Diriku, Tuhan Tolonglah.

Diskografi

Bersama Dewa 19

  • (1992) Dewa19
  • (1994) Format Masa Depan
  • (1995) Terbail Terbaik
  • (1997) Pandawa Lima
  • (1999) The Best of Dewa 19
  • (2000) Bintang Lima

Bersama Ari Lasso

  • (2001) Sendiri Dulu

NuKLa

  • (2004) New Chapter

eVo

  • (2005) eVo

Matadewa

  • (2009) Matadewa

Lain-lain

  • Nominator FFI 2005 untuk Kategori “Penata Musik Terbaik" film “Virgin" produksi Starvision.
  • Pencipta lagu terbaik AMI Awards 1995 – 1996 untuk lagu “Kirana & Kamulah Satu – Satunya“.
  • Bassist terpopuler versi majalah “News Music" tahun 2000.

Guy Sebastian


Guy Theodore Sebastian, cowok ganteng penyanyi Malaysia yang menetap di Australia ini lahir tanggal 26 Oktober 1981, Guy adalah penyanyi dengan genre pop, R&B dan soul, juga dikenal sebagai penulis lagu yang merupakan pemenang pertama dari Australian Idol tahun 2003.

Biografi

Pada 2010, dia dipilih sebagai salah satu juri di seris Australia yaitu The X Factor. Dia sudah merilis enam top 10 album, lima diantaranya sudah mencapai top 4 dari  ARIA Album Chart, termasuk No.1 and 2. Itu semua juga menerima penghargaan platinum atau multi platinum . Dia juga sudah merilis sepuluh top 15 single, tujuh diantaranya mencapai sepuluh besar dari tangga lagu ARIA Singles Chart, termasuk lima No. 1's.. Guy Sabastian mulai dikenal di masyarakat Indonesia baru-baru tahun ini 2011 karena dia berduet dengan artis muda berbakat Indonesia kelahiran Jerman yaitu Cinta Laura Kiehl di single lagu Who's That Girl dalam album “Twenty Ten”. 

Diskografi

Album Studio

  • 2003: Just as I Am
  • 2004: Beautiful Life
  • 2006: Closer to the Sun
  • 2007: The Memphis Album
  • 2009: Like it Like That

Album Kompilasi

  • 2010: Twenty Ten

DVD/CD

  • 2008: The Memphis Tour

Extended Play

  • 2007: Your Song
  • 2009: Guy Sebastian EP

Konser

  • 2004/05: Beautiful Life Tour
  • 2007: Closer to the Sun Tour 
  • 2007: Acoustic Tour
  • 2008: The Memphis Tour 
  • 2009: Live & By Request Tour 
  • 2010: Like It Like That Tour 
  • 2010: Bring Yourself Tour
  • 2010: Like It Like That Tour

Konser bersama

  • 2003/04: Australian Idol in Concert
  • 2007: Guy & the Australian Philharmonic Orchestra
  • 2008: Army in Concert with Guy Sebastian

BRIT Awards


Brit Awards adalah penghargaan musik tahunan di Inggris yang didirikan oleh British Phonographic Industry. Dimulai pada tahun 1977 dengan nama BPI Awards dan kemudian menjadi Britania Awards, atau Brit Awards, pada 1989. MasterCard adalah sponsor utamanya. Brit adalah juga backronym dari British Record Industry Trust.

Brit Awards ditayangkan langsung sampai 1989, ketika Samantha Fox dan Mick Fleetwood sebagai pembawa acara membuat banyak kesalahan yang memalukan sehingga tahun berikutnya acara ini direkam dan ditayangkan sehari setelahnya. Hal ini terbukti sebagai hal yang menguntungkan ketika pada saat Michael Jackson menyanyi di panggung pada 1996, Javis Cocker dari band Pulp tiba-tiba naik ke atas panggung dan memprotes Jackson. Beberapa politikus Inggris juga telah diteriaki dan (John Prescott) disiram air pada tahun 1998 oleh vokalis Chumbawamba Danbert Nobacon.
Sejak 2007, acara ini akan ditayangkan langsung kembali di televisi, yaitu pada 14 Februari 2007 di stasiun ITV1. Tiga penghargaan tidak akan diberikan mulai 2007, Best British Rock Act, Best British Urban Act, dan Best Pop Act.
Selain itu juga ada penghargaan yang sama untuk musik klasik, dinamai Classical Brit Awards, diadakan setiap bulan Mei.